Anak kejang saat demam?
Sebagai orang tua, wajar untuk panik jika anak mengalami kejang. Namun, berusahalah untuk tetap tenang.
Kejang yang terjadi saat demam disebut Kejang Demam. Terdapat 2 tipe, yaitu Kejang demam sederhana dan kejang demam kompleks. secara garis besar, demam ini tidak membahayakan, namun dapat terjadi berulang dari usia 6 bulan - 6 tahun.
Kejang demam sederhana :
1. Lama kejang >15 menit.
2. Kejang lebih dari sekali dalam 24 jam.
3. Kelojotan kaki dan tangan (tonik-klonik).
4. Tidak terdapat defisit neurologis (anak lupa, anggota gerak tiba-tiba tidak dapat digerakkan)
Kejang demam kompleks :
Selain tipe diatas. Jenis ini membutuhkan perawatan inap.
Do's (Lakukan) :
1. Lepaskan tekanan apapun didaerah leher, perut, dan kaki. seperti baju yang ketat, kancing celana, sepatu.
2. Miringkan anak ke kanan atau kiri.
3. Jika mempunyai obat diazepam supposituria yang diberikan oleh dokter, maka segera berikan. dengan memasukkan melalui dubur sesuai dosis berat badan anak, kemudian rapatkan bokong anak agar obat tidak keluar kembali, dan tunggu beberapa saat.
4. Jika tidak mempunyai obat diazepam, segera larikan anak ke klinik terdekat atau igd rumah sakit.
5. Perhatikan gerakan kejang, waktu kejang, durasi kejang, dan jumlah kejang.
6. Selalu sediakan obat penurun panas (paracetamol syrup atau tablet) untuk mencegah demam terlalu tinggi yang dapat memicu terjadinya kejang.
Don't's (Jangan Lakukan) :
1. Memasukkan benda apapun ke dalam mulut anak, karena berisiko tertelan atau aspirasi.
2. Berusaha meluruskan tangan atau kaki yang sedang kejang.
3. Berkerumun, karena hakikatnya anak lebih banyak membutuhkan oksigen dari biasanya.
Sumber:
1. Behrman, Kliegman dan Arvin. Seizures in Childhood. Dalam: Mikati, A Mohamad. Nelson Textbook of Pediatrics. Philadelphia: Elsevier; 2011. p. 2017-2018.
2. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Buku Ajar Infeksi Dan Pediatri Tropis. Badan penerbit IDAI. Jakarta, 2010.
Komentar
Posting Komentar